Menelaah Pemanfaatan ICT pada Berbagai Bidang dan Industri Manufaktur
Menelaah Pemanfaatan ICT pada Berbagai Bidang dan Industri Manufaktur
Perkembangan Information Communication and Technology (ICT) yang dalam Bahasa Indonesia berarti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang begitu pesat, telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan kehidupan manusia. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini, telah memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi dan bisnis, perbankan, sosial dan budaya, transportasi, industri, dan sebagainya.
Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang rumit dengan biaya yang relatif mahal, kini sudah digantikan dengan perangkat mesin yang otomatis dan lebih mudah digunakan. Terlebih adanya peningkatan terhadap kebutuhan informasi yang cepat, tepat, dan akurat dari setiap individu dan berbagai bisnis, semakin menuntut penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dapat digunakan dimana pun dan kapan pun. Sebagai contoh, melalui internet, setiap orang dapat mengakses informasi yang dibutuhkan dari berbagai belahan dunia dengan lebih cepat, mudah, dan murah.
Dalam bidang pendidikan, penggunaan ICT dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, cepat, dan menyenangkan. Misalnya sistem pengajaran yang berbasis multimedia (disertai dengan gambar, teks, suara, dan video), dapat membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Di samping itu, dengan hadirnya e-learning, kita dapat mengakses materi pembelajaran yang disediakan melalui situs dengan lebih mudah, efektif, dan efisien serta dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa harus hadir dikelas.
Dalam bidang kesehatan, kini telah mengubah pola juru medis, dengan menggunakan sistem berbasis smart card yang dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Di samping itu, juga digunakan robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Dalam bidang pemerintahan, ICT bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih efisien. Adanya infrastruktur e-government membuat informasi dari pemerintah dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat, serta dapat meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor industri.
Dalam bidang ekonomi dan bisnis, penggunaan ICT telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Contohnya adalah adanya layanan e-business, e-commerce, dan lain-lain. Bahkan, pemanfaatan ICT dalam bidang bisnis telah mengakibatkan semakin menjamurnya perdagangan melalui jejaring sosial, karena kemudahan yang ditawarkannya serta tidak memerlukan biaya yang besar.
Dalam bidang perbankan, pemanfaatan ICT juga sangatlah luas, seperti layanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri), i-banking (layanan perbankan yang dapt dilakukan dengan menggunakan jaringan internet dengan mudah, cepat, dan efisien), serta SMS banking yang dapat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi.
Dalam bidang sosial, pemanfaatan ICT diantaranya adalah dengan adanya program ICT4PR (Information and Communication Technology for Poverty Reduction) di internet, yang dibuat untuk mengentaskan kemiskinan. UNDP melalui program ICT4PR membentuk pusat-pusat ICT yang disebut telecenter yang dapat berperan sebagai sumber informasi dan sarana belajar bagi masyarakat, sarana untuk melihat pasar yang lebih luas dari produk setempat, serta sarana pengembangan perdagangan melalui e-commerce.
Dalam bidang budaya, pemanfaatan ICT dapat mengakibatkan semua orang dari berbagai belahan dunia mengetahui keanekaragaman budaya bangsa, melalui situs web yang ada.
Dalam bidang transportasi, semua kegiatan dalam bidang transportasi tidak terlepas dari pemanfaatan ICT. Pada transportasi darat, penggunaan sistem komputer digunakan untuk membantu mengarahkan lalu lintas; pada transportasi udara, penggunaan sistem komputer digunakan untuk mengendalikan pesawat dari mulai lepas landas, saat terbang, dan pendaratan; pada transportasi laut, penggunaan sistem navigasi kapal but terbantu oleh adanya komputer dan satelit navigasi untuk menentukan arah dan tujuan kapal dengan tepat.
Dalam bidang industri, perkembangan dunia ICT juga telah membawa perubahan yang sangat besar. Hal tersebut terkait dengan adanya berbagai teknologi yang menjadi suatu solusi terhadap masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan proses produksi perusahaan. Di samping itu, agar industri manufaktur mampu bersaing dalam pasar global yang dinamik, maka industri tersebut membutuhkan sistem informasi terintegrasi yang mampu memberikan informasi yang akurat, benar, dan tepat waktu kepada manajemen untuk membuat keputusan-keputusan manajerial secara akurat.
Melalui sistem informasi terintegrasi yang akurat dan proses manajemen manufaktur yang efektif maka akan menghasilkan keputusan manajemen yang akurat dan tepat untuk peningkatan sistem manufaktur tersebut sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif yang dapat membantu suatu industri untuk mampu bersaing dengan industri lainnya.
Begitu banyaknya pemanfaatan ICT dalam berbagai bidang di kehidupan sehari-hari. Namun, pada artikel ini, saya akan membahas lebih mendalam tentang pemanfaatan ICT pada industri manufaktur.
Sistem Informasi Manufaktur sebagai salah satu Pemanfaatan ICT pada Industri
Sistem Informasi Manufaktur merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia industri manufaktur. Sistem Informasi Manufaktur adalah sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan.
Sistem Informasi Manajemen berfokus pada informasi-informasi yang terkait dengan proses produksi, mulai dari input bahan baku menjadi output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi. Penggunaan sistem ini dapat mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.
Sistem manufaktur terdiri dari empat fungsi dasar yaitu perencanaan produk, perencanaan, pengendalian dan proses transformasi data menjadi informasi. Penggunaan teknologi komputer pada masing-masing fungsi tersebut menghasilkan teknologi, antara lain: CNC (Computer Numerical Control), FMS (Flexible Manufacturing System), CAD (Computer Aided Design), CAPP (Computer Process Planning), CAM (Computer Aided Manufacturing), DNC (Direct/Distributed Control), dan CAPM (Computer Aided Production Management).
APLIKASI DALAM SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
1. Computer Integrated manufacturing (CIM)
CIM merupakan pendekatan manufaktur yang menggunakan komputer untuk mengontrol seluruh proses produksi, yang memungkinkan proses individu untuk pertukaran informasi satu sama lain dan memulai tindakan. Elemen CIM adalah perancangan dan manufacturing, dimana manufakturing melengkapi perencanaan produksi, pengendalian produksi dan proses produksi. Perhatian utama adalah bagaimana komputer digunakan sebagai suatu sistem konseptual dicampur dengan aplikasi dalam sistem fisik oleh suatu konsep yang disebut CIM.
CIM merupakan konsep yang menekankan bahwa tujuan dari penggunaan komputer dalam automasi pabrik harus dapat memenuhi hal-hal berikut:
- Mempermudah dan mempercepat proses produksi, desain produk, dan pengorganisasian pabrik sebagai landasan utama dalam proses otomasi dan integrasi.Mengotomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung dengan bantuan komputer dan robot.
- Mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan komputer dan jaringan telekomunikasi.
- Merampingkan proses manufaktur dan untuk mengintegrasikan mereka dengan fungsi bisnis lainnya (seperti akuntansi, pembiayaan, pendistribusian).
Dengan CIM, maka suatu industri dapat:
- Menyederhanakan proses produksi, perancangan produk, organisasi pabrik
- Mengotomasikan proses-proses produksi dan fungsi-fungsi bisnisnya
- Mengintegrasikan seluruh proses produksi dan pendukungnya.
Komputer Sebagai Bagian Dari Sistem Fisik
Sistem Informasi Manufaktur menggunakan komputer baik secara konseptual maupun sebagai suatu elemen dalam sistem produksi fisik. Adapun yang termasuk dalam komputer sebagai bagian dari sistem fisik, yang merupakan peranan ICT terhadap industri manufaktur adalah sebagai berikut:
– Computer Aided Design (CAD)
Dalam bidang industri, komputer digunakan pada proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, seperti CAD sehingga produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat, tepat, mudah, dan memiliki ketepatan serta keakuratan tinggi. CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan jembatan hingga bagian‐bagian kecil, serta memperbaiki gambar dengan menghaluskan garis.Sebagai contoh, untuk menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit bila dilakukan secara manual. Namun, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi. Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi). Pada tahap produksi, digunakan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC) dan Computer Aided Manufacturing (CAM). Bahkan, uji coba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputer.
– Computer Aided Manufacturing (CAM)
Saat ini, otomatisasi perusahaan disertai dengan teknologi CAM, karena produksi dapat berlangsung lebih cepat dan tepat dibandingkan dengan menerapkan tenaga manusia seutuhnya sehingga memungkinkan berkurangnya sisa bahan produksi yang tidak berguna. Pada CAM, penerapan komputer dalam proses produksi dimana mesin yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Dalam penerapannya, CAM biasanya digunakan oleh para insinyur dan arsitek.
– Robotik (Industrial Robots/IR)
Robotik industrial merupakan alat yang secara otomatis menjalankan tugas‐tugas tertentu dalam proses manufaktur yang memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya dan mencapai kualitas yang tinggi, serta digunakan untuk melakukan pekerjaan yang beresiko seperti melakukan pekerjaan di tempat yang bertemperatur tinggi.
– Flexible Manufacturing Systems (FMS)
FMS merupakan sistem terintegrasi yag terdiri dari mesin CNC, alat penanganan material otomatis, dan alat penanganan perkakas. Perkembangan jaringan komputer memungkinkan untuk menghubungkan fungsi CAD/CAPP/CAM dengan jaringan produksi di lantai DNC. Usaha untuk mengintegrasikan CAD/CAPP/CAM/DNC dengan sistem perencanaan dan pengendalian manufaktur (sistem informasi logistik) merupakan usaha untuk menuju CIM.
2. Just In Time (JIT)
JIT merupakan suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis pemborosan yang terdapat dalam proses produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak konsumen tepat waktu. Untuk mencapai sasaran dari sistem ini, perusahaan memproduksi hanya sebanyak jumlah yang dibutuhkan/diminta konsumen dan pada saat dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan maupun menekan kemungkinan kerusakan atau kerugian akibat menimbun barang.
JIT mendasarkan pada delapan kunci utama, yaitu:
- Menghasilkan produk sesuai jadwal yang didasarkan pada permintaan.
- Memproduksi dalam jumlah kecil.
- Menghilangkan pemborosan
- Memperbaiki aliran produksi
- Menyempurnakan kualitas produksi
- Orang-orang yang tak dianggap
- Menghilangkan ketidakpastian
- Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Strategi Produksi JIT
Strategi produksi JIT diterapkan pada seluruh sistem produksi modern sejak proses rekayasa (engineering), pemesanan material dari suppliers, manajemen material dalam industri, sampai pada distribusi produksi industri ke konsumen. Beberapa sasaran utama yang ingin di capai dari sistem produksi JIT adalah:
- Reduksi scrap dan network
- Meningkatkan jumlah pemasok yang menerapkan JIT
- Meningkatkan kualitas proses industri (zero defect-oriented)
- Mengurangi inventori (zero inventory-oriented).
- Reduksi penggunaan ruang pabrik
- Berproduksi pada tingkat yang konstan selama waktu tertentu
- Pengurangan overhead
- Meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran ICT dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, diantaranya adalah sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, tepat, dan akurat; proses produksi yang dilakukan dengan terotomatisasi dapat mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia; serta meningkatkan kinerja industri secara keseluruhan.
Sumber:
http://wihandonohandi.blogspot.com/2011/11/peranan-tik-dalam-kehidupan-sehari-hari_24.html
http://blog.politekniktelkom.ac.id/30212033/2012/06/13/menelah-manfaat-tik-dalam-berbagai-bidang/
http://abdullahyudha31.blogspot.com/2012/01/sistem-informasi-manufaktur.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Just_In_Time_(JIT)
http://en.wikipedia.org/wiki/Computer-integrated_manufacturing
http://blog.ub.ac.id/lailienoer/2012/06/27/perkembangan-it-diindonesia/
http://www.artikeltik.com/wp-content/uploads/2012/03/ct-scan.jpg

